Langsung ke konten utama

Suarakan Kesejahteraan Rakyat Kecil, Buruh dan Mahasiswa Pekalongan Gelar Aksi May Day Tertib

 

Dokumentasi: Tim Liputan LPM Suaka Unikal

Pekalongan, 1 Mei 2026 - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Pekalongan berlangsung kondusif dan tertib. Aksi yang melibatkan serikat buruh serta elemen mahasiswa ini menjadi panggung penyampaian aspirasi ekonomi serta pembuktian pengamanan yang humanis dari aparat kepolisian.

Dokumentasi wawancara bersama Kapolres Kota Pekalongan 

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K, M.H., menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel dalam jumlah yang memadai untuk mengawal jalannya aksi. Fokus pengamanan terbagi dalam beberapa titik konsentrasi massa, mulai dari aksi Serikat Pekerja Merdeka (SPM) hingga unjuk rasa mahasiswa dari Universitas Pekalongan (UNIKAL).

"Alhamdulillah sudah dilaksanakan dengan baik oleh rekan-rekan serikat buruh, khususnya dari SPM. Kegiatan tersebut sudah selesai. Namun demikian, untuk lanjutan kegiatan aksi unjuk rasa dari adik-adik mahasiswa, khususnya dari UNIKAL, sampai saat ini terpantau aman dan lancar. Saya juga mengapresiasi adik-adik mandi yang telah melaksanakan aksi secara kondusif dan tertib." ujar AKBP Riki Yariandi.

Ia menambahkan bahwa meskipun dinamika ekonomi dan politik membuat May Day setiap tahunnya memiliki warna yang berbeda, secara umum tuntutan buruh tetap konsisten yaitu mengharap kan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi yang lebih baik.

Guna mencegah terjadinya gesekan antar kelompok atau gangguan keamanan, Polres Pekalongan Kota telah melakukan persiapan matang jauh-jauh hari. Kerja sama lintas instansi dilakukan melibatkan Kodim, Brimob, dan berbagai instansi lainnya.

"Kami juga menekankan kepada seluruh personal agar dalam pelaksanaan pengamanan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, harmonis dan penuh simpati." tegasnya.

Di sisi lain, massa aksi membawa pesan kuat bagi para pemangku kebijakan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Iqbal, salah satu orator menekankan pentingnya bagi Wali Kota, Presiden maupun DPR untuk melihat kondisi rill di lapisan masyarakat paling bawah sebelum mengetuk palu kebijakan.

Menurutnya, sering kali kebijakan yang lahir justru menciptakan kesenjangan karena hanya menguntungkan kelas menengah ke atas, sementara lainnya tidak mendapatkan perlindungan maksimal.

Dokumentasi wawancara bersama Iqbal

"Jadi harapannya, ke depan pemerintah, baik itu Wali Kota, Presiden, maupun DPR lebih peka terhadap kondisi rill masyarakat dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya rakyat kecil." tutur Iqbal.



Penulis: Tim Redaksi LPM Suaka Unikal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

Blind Date with a Book, Solusi Inovatif Meningkatkan Minat Baca

Dokumentasi: Buku Blind Date Pekalongan (07/04/26) - Program inovatif bertajuk Blind Date with a Book digelar oleh Duta Perpustakaan Universitas Pekalongan sebagai upaya meningkatkan minat baca dan jumlah peminjam buku di perpustakaan kampus, juga sekaligus memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Duta dan Wakil Duta Perpustakaan Unikal yang mengusung tema unik, yakni meminjam buku  tanpa mengetahui judulnya. Buku-buku yang tersedia dibungkus rapi dan hanya diberi petunjuk singkat seperti genre , deskripsi, serta kode tertentu.  Salah satu penyelenggara menjelaskan, "jadi kita kayak nggak tahu buku apa yang akan kita baca, biasanya di bukunya itu cuma tertera clue sedikit seperti genre atau poin penting dari bukunya" . Konsep ini terinspirasi dari ide Blind Date yang kemudian diintegrasikan dengan literasi. Dengan cara tersebut, mahasiswa diajak merasakan pengalaman baru dalam membaca. "Membaca buku itu bisa ...

Cerpen Satu Buku

Aku menghela napas melihat jam dinding di ruang kelas yang sunyi dan hanya ada satu suara, yaitu suara guru matematika yang sangat menyebalkan. Guru yang selalu memberi tugas dengan segudang pertanyaan di kelas sebagai hukuman jika tertidur dikelas. Melihat banyaknya rumus membuatku sangat malas dan ingin tidur di kelas. Aku selalu berpikir bahwa sekolah adalah neraka bagi setiap anak di dunia, tidak berguna dan hanya membuang waktu. Aku pikir hidup akan lebih baik jika anak diseluruh dunia tidak bersekolah. Ketika bel pulang sekolah terdengar, itulah hal yang sangat menggembirakan bagiku. Hal  yang sudah kutunggu–tunggu sejak pukul 07.00 pagi. Aku tidak menyukai sekolah, entah karena gurunya, teman – teman yang jahil atau karena hal lain yang tidak dapat diprediksi. Di sekolah aku hanya melamun, membaca komik, atau bahkan tertidur karena terlalu asik main game semalaman. Aku tidak tahu arah dan tujuan hidup yang jelas. Aku hanya tahu game, komik, dan tidur. Berbaring d...