Langsung ke konten utama

Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pekalongan 2026

 


Pekalongan (04/09/26) - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pekalongan tahun 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 27 Agustus hingga 3 September 2026, dimulai dari Pra-PKKMB yaitu pembekalan sampai hari terakhir Sriwijaya Fest pada tanggal 3 September 2026.
 



PKKMB tahun ini mengambil tema, "Perubahan". Tema ini diambil karena membawa isu tentang kondisi Indonesia. Melihat situasi Indonesia pada saat ini yang bisa dikatakan tidak baik-baik saja, hingga ketidakpuasan terhadap pemerintah. Untuk menyesuaikan kegiatan ini, panitia PKKMB mengajak mahasiswa baru guna menyampaikan orasi dan pendapatnya tersendiri. Secara umum kegiatan PKKMB berjalan baik dan kondusif meskipun sempat terjadi beberapa kendala. 

Presiden Mahasiswa Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) Universitas Pekalongan, Syakif menyampaikan salah satu kendala dan hambatan yang dihadapi oleh panitia dalam penyelenggaraan PPKMB adalah kurangnya persiapan dari jauh-jauh hari.
"Untuk evaluasi dari kegiatan ini, yang pertama kita harus menentukan tanggal pelaksanaan PKKMB dari jauh-jauh hari. Dan hambatannya adalah karena banyak sekali kebutuhan yang yang harus difinalkan."



Pada hari pertama, kegiatan di tingkat Universitas PKKMB sempat terkendala dengan manajemen waktu panitia pada pelaksanaan PKKMB. Hal ini sempat dikeluhkan oleh salah satu mahasiswa baru yang diwawancarai.
"Panitia PKKMB jangan telat gitu, kalau telatnya dikit gak masalah. Tapi kemarin saya nunggunya lama. Saya ke UNIKAL jam setengah enam, Kak. Dan kegiatan mulai jam setengah 7, Kak. Saya ke sini nya belum sarapan, jadi sebelum kegiatan mulai, saya sudah badmood duluan."

Hari kedua, PKKMB dilaksanakan di tingkat fakultas dengan kondisi yang lebih kondusif tanpa kendala berarti. Namun di pada hari ketiga, kegiatan euforia sebelum penyerahan kembali kepada universitas dan telah menjadi tradisi pada PKKMB UNIKAL ini mengalami kendala, terutama Fakultas Perikanan, Fakultas Teknik dan Farmasi. Tempat euforia yang harusnya steril, pada waktu itu diisi dengan lahan parkir. Hal ini dikeluhkan oleh salah satu panitia PKKMB Fakultas.
"Sulit banget buat seru-seruan. Mundur dikit kena motor."

Sementara itu, pada hari keempat digelar expo UKM serta acara Sriwijaya Fest. Salah satu kendala pada kegiatan ini adalah informasi mengenai stand expo UKM yang berubah-ubah. Hal tersebut karena adaptasi dengan perubahan yang ada. "Kami menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang perubahan-perubahan dan dikarenakan mepet dan tidak dari jauh-jauh hari." ujar Syakif.



Selanjutnya, seluruh mahasiswa baru antusias mengikuti kegiatan PKKMB ini. Mereka berharap bahwa kegiatan PKKMB tahun depan dapat lebih baik lagi. "Harapan saya ke depannya panitia biar bisa lebih baik lagi, biar makin seru dan panitia makin rame. Terus juga panitia jangan molor."

Penulis : Zayana
Reporter : Adjie Mukti, Zayana, dan Yohan
Fotografer : Yohan dan Faisal
Editor : Fatun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Satu Buku

Aku menghela napas melihat jam dinding di ruang kelas yang sunyi dan hanya ada satu suara, yaitu suara guru matematika yang sangat menyebalkan. Guru yang selalu memberi tugas dengan segudang pertanyaan di kelas sebagai hukuman jika tertidur dikelas. Melihat banyaknya rumus membuatku sangat malas dan ingin tidur di kelas. Aku selalu berpikir bahwa sekolah adalah neraka bagi setiap anak di dunia, tidak berguna dan hanya membuang waktu. Aku pikir hidup akan lebih baik jika anak diseluruh dunia tidak bersekolah. Ketika bel pulang sekolah terdengar, itulah hal yang sangat menggembirakan bagiku. Hal  yang sudah kutunggu–tunggu sejak pukul 07.00 pagi. Aku tidak menyukai sekolah, entah karena gurunya, teman – teman yang jahil atau karena hal lain yang tidak dapat diprediksi. Di sekolah aku hanya melamun, membaca komik, atau bahkan tertidur karena terlalu asik main game semalaman. Aku tidak tahu arah dan tujuan hidup yang jelas. Aku hanya tahu game, komik, dan tidur. Berbaring d...

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

Suasana Haru dan Bangga Mewarnai Wisuda UNIKAL 2026

Suasana Haru dan Bangga Mewarnai Wisuda UNIKAL 2026: Ungkapan Hati Orang Tua di balik Kelulusan Mahasiswa Pekalongan, 5 Oktober 2026 - Kebahagiaan dan rasa haru menyelimuti acara Wisuda Magister ke-6, Profesi ke-15, Sarjana ke-65, Diploma ke-29 Universitas Pekalongan (UNIKAL) tahun 2026. Pergelaran acara ini dilaksanakan pada gedung Parkside International Convention Center (PICC), Hotel Parkside Mandarin. Di antara prosesi kelulusan tersebut momen manis terpancar dari sosok orang tua yang turut mendampingi putra putri mereka dalam merayakan pencapaian akademik tersebut. Salah satu momen berkesan terekam saat tim mewawancarai para wali mahasiswa di sela-sela acara. Sri Rahayu, salah satu Ibunda dari wisudawati UNIKAL membagikan perasaannya kala menyaksikan sang buah hati resmi menjadi seorang sarjana. Sri Rahayu mengungkapkan bahwa kunci utama mendampingi sang anak selama menempuh perkuliahan adalah konsisten dalam memberikan semangat maupun dukungan penuh. Ia mengaku menjalani pros...