Langsung ke konten utama

Filosofi Saf: Mengisi Ruang Kosong Perjuangan di Forum Mahasiswa Unikal

Dokumentasi: Tim Redaksi LPM Suaka Unikal

PEKALONGAN - Paving block dingin lapangan parkir Gedung E Universitas Pekalongan (Unikal) menjadi saksi bisu narasi yang dibawakan Ketua BEM KM UGM 2025, Tiyo Ardianto dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Azlan Syah Putra. Dalam acara Forum Kolektif Mahasiswa Unikal pada Rabu 11 Maret 2026 malam, Tiyo dan Azlan secara gamblang menguliti kebijakan rezim Prabowo-Gibran, meski diwarnai drama intimidasi sebelum acara dimulai. 

Drama: Upaya 'Penculikan' Berkedok Ngopi
Forum yang terbuka untuk umum ini sempat tertunda dari jadwal semula pukul 18.00 WIB. Ketegangan memuncak saat Ketua BEM KM Unikal, Syakif, mengungkapkan adanya upaya penghadangan terhadap Tiyo oleh oknum misterius yang mengaku sebagai Humas Unikal.

Oknum tersebut memaksa ingin menjemput Tiyo sendirian untuk diajak "ngopi" terlebih dahulu sebelum ke kampus. "Mungkin kalau kita lengah sedikit, Mas Tiyo sudah tidak ada di sini," ujar Syakif saat membuka diskusi pukul 19.53 WIB, setelah sebelumnya dibuka dengan teatrikal puisi karya Widji Thukul dan lagu Darah Juang yang membakar suasana.
Dokumentasi saat teatrikal puisi Widji Thukul

Konstitusi di Titik Nadir: "Hasil Perzinahan Politik"
Begitu sesi pemaparan dimulai, Tiyo langsung mengkritisi legitimasi kekuasaan saat ini. Ia menyebut rezim hari ini sebagai produk "perzinahan politik" di dalam gedung Mahkamah Konstitusi melalui Keputusan No. 90 Tahun 2023. 

Tiyo juga menyoroti kebijakan "Siaga Satu" oleh Panglima TNI yang dianggapnya melangkahi konstitusi. "Pelanggaran konstitusi dianggap hal biasa. Tidak mungkin kita berharap pada rezim yang lahir dengan cara seperti ini," tegasnya. Ia bahkan menyentil fenomena korup di tingkat daerah, mengestimasi bahwa seluruh kepala daerah hasil pilkada 2024 berpotensi korup akibat tingginya modal politik yang mencapai miliar rupiah.

MBG: Perampasan Hak Pendidikan dan Monopoli Rantai Pasok
Isu Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama dalam bedah anggaran. Tiyo memaparkan bahwa program ini merampas anggaran pendidikan sebesar Rp223 triliun. Padahal, menurut hitungannya, pemerintah hanya butuh Rp180 triliun untuk menggratiskan kuliah di seluruh Indonesia (PTN, PTKIN, maupun PTS).

Tak hanya soal anggaran, Tiyo membongkar tata kelola MBG yang dinilai tidak transparan dan cenderung dimonopoli oleh kepentingan elit partai politik dan militer melalui Satuan Pelayanan (SPPG). Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada kenaikan harga bahan pokok di pasar karena rantai pasok yang dipotong oleh kepentingan modal besar. 

Filosofi Shaf Salat dan 'Indonesia Pusaka'
Di tengah kepulan asap rokok audiens, yang oleh Tiyo dipisahkan secara rapi antara perokok aktif dan pasif demi kenyamanan-ia memberikan filosofi salat jemaah yaitu kewajiban mengisi saf kosong sebagai penggambaran dari kesadaran mengisi "saf kosong" perjuangan.

Ia menawarkan imajinasi "Reformasi Jilid 2" yang meliputi pembatasan bisnis oligarki agar tidak ada pengusaha yang menjalankan usaha dari hulu ke hilir dan kebijakan "Potong Generasi" (pensiunkan dini pejabat di atas 50 tahun) yang nantinya akan dilakukan perekrutan ulang bagi pejabat usia 50 tahun ke bawah secara kuantitatif sehingga yang mendapat nilai tertinggi dijadikan sebagai pimpinan lembaga supaya meritokrasi terjadi.

Tidak hanya pernyataan dari Tiyo, dihadirkan juga pernyataan dari Azlan yang menyatakan, "kita melihat hari ini aja misal, lebaran. THR dari kawan-kawan buruh itu dipotong pajak, tapi kawan-kawan ASN, TNI dan Polri itu tidak. Bagaimana kita berbicara soal kemaslahatan masyarakat Indonesia kalau masih ada dikotomi antara yang buruh dieksploitasi secara terus menerus kemudian pajaknya diminta untuk membiayai para ASN-ASN ini."

Forum kolektif ini pun diakhiri secara khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, sebuah penanda bahwa kritik tajam yang dilontarkan adalah upaya merawat negara yang sedang tidak baik-baik saja.

Teror Digital ke Pimred LPM Suaka Unikal Pasca-Forum
Keberanian forum ini rupanya berbuntut panjang. Sehari setelah acara, 12 Maret 2026, Pimpinan Redaksi (Pimred) LPM Suaka menerima pesan WhatsApp dari nomor asing yang awalnya mengaku sebagai Tiyo, lalu berganti mengaku sebagai manajer Tiyo. Pola teror digital ini mengonfirmasi bahwa narasi yang bergaung di parkiran Gedung E malam itu telah memicu kegelisahan di lingkaran kekuasaan.



Penulis: Picon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inagurasi PKKMB UNIKAL 2026: Penampilan Reverence dan Fragmatis Jadi Puncak Hiburan Ribuan Maba

Pekalongan, 3 September 2026 – Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 resmi berakhir pada Kamis sore (3/9). Penutupan kegiatan tersebut ditandai dengan acara Inagurasi yang berlangsung meriah dan diikuti oleh ribuan mahasiswa baru di lingkungan kampus. Sejak sebelum acara dimulai, suasana kampus sudah terlihat ramai. Mahasiswa baru tampak memenuhi area kegiatan dengan berbagai atribut dan kelompok masing-masing. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika acara memasuki rangkaian utama. Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar dari para mahasiswa yang turut menikmati suasana malam penutupan PKKMB. Inagurasi menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu oleh mahasiswa baru setelah mengikuti berbagai rangkaian PKKMB selama beberapa hari. Tidak hanya menjadi acara penutup, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk bersantai dan menikmati berbagai hiburan bersama teman-teman yang baru mereka kenal selama mengikuti kegiatan kampu...

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPRD Sementara

      D okumentasi: Peserta Demonstrasi   Pekalongan, 19 Juni 2026 - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Diklat Kota Pekalongan. Diketahui gedung tersebut saat ini masih diperuntukkan sebagai gedung sementara DPRD Kota Pekalongan. Aksi berjudul, "Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Menggugat" ini digelar sebagai bentuk protes dan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lapangan massa aksi mulai bergerak melakukan longmarch dari kampus Universitas Pekalongan (UNIKAL) menuju area Gedung Diklat sejak pukul 15.00 WIB. Para peserta aksi kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duma atas kondisi demokrasi saat ini. Tak lupa, massa aksi turut membawa berbagai atribut demonstrasi, mulai dari bendera organisasi hingga spanduk beris...

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Gelar Aksi Galang Dana untuk Aceh, NTT, dan Kalimantan

  Pekalongan, 22 Agustus 2026 - Aliansi Mahasiswa Raya menyelenggarakan kegiatan aksi kemanusiaan dalam bentuk penggalangan dana guna membantu korban bencana alam di wilayah Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan. Aksi penggalangan dana secara berlangsung pada pukul 15.00 WIB hingga 17.00 dengan berlokasi di pertigaan Lampu Merah Medono, Kota Pekalongan.  Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekalongan Raya, antara lain  Universitas Pekalongan (UNIKAL), UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Universitas Muhammadiyah Pekalongan (UMPP), serta Institut Widya Pratama (IWP). Harapannya dana yang terhimpun dari aksi kemanusiaan dapat meringankan beban korban di wilayah terdampak. Selain itu, seluruh dana yang terhimpun akan disalurkan secara transparan untuk membantu penanganan dampak bencana serta kebutuhan pemulihan para korban di wilayah Aceh, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.