Langsung ke konten utama

TBM Ngaji Literasi: Membangun Generasi Bermartabat di Tengah Gempuran Era Digital

 

Dokumentasi: Putri

Pekalongan - Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Ngaji Literasi' pada 6 Maret 2026. Acara yang dimulai pukul 16:30 WIB di lingkungan TBM ini bertujuan membekali generasi muda dengan ketajaman intelektual dan akhlak mulia selama bulan Ramadan. 

Rangkaian acara diawali dengan ceramah mengenai puasa oleh Ustaz Ahmad Fauzi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan buka bersama. 

Pembina sekaligus Pendiri TBM Hidup Punya Cerita, Barok, menegaskan bahwa tema "Ramadan dan Kebangkitan Intelektual" dipilih karena keprihatinan terhadap masifnya informasi di ruang digital yang sering kali memuat hoaks. Menurutnya, kecerdasan tanpa moralitas akan menjadi bumerang.

Dokumentasi: Putri

"Generasi muda saat ini dimudahkan oleh akses digital yang cepat, namun rentan terpapar hoaks. Kita ingin membentuk generasi bermartabat melalui penguatan literasi. Selain ilmu, kita harus mengutamakan akhlak mulia. Jika moral dan etika buruk, maka akan berdampak buruk bagi diri sendiri," ujar Barok di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua TBM, Fauzan, menyoroti tantangan berat berupa dominasi gadget yang menggerus minat baca anak-anak. Ia mengungkapkan bahwa inovasi kegiatan menjadi kunci agar literasi tetap relevan. Sebagai langkah konkret, TBM Hidup Punya Cerita telah menggelar berbagai lomba seperti hafalan Al-Qur'an dan azan. 

Pada tanggal 15 Mendatang, TBM dijadwalkan akan mengadakan kegiatan 'Dongeng Anak Nusantara' bersama Kak Aura untuk terus memupuk kecintaan anak-anak pada buku sejak dini. Sementara itu, Ketua Panitia, Irul, menambahkan bahwa momen ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para relawan baru. "Harapan kami acara ini mempererat tali persaudaraan sekaligus menjadi pengenalan lingkungan TBM bagi wajah-wajah baru yang bergabung," tuturnya.

Di sisi lain, para penggiat literasi ini juga menyatakan kekhawatirannya terkait kebijakan pemerintah yang memotong anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) hingga 52 persen. Barok menilai kebijakan ini akan berdampak langsung pada program-program literasi di daerah pelosok, termasuk penyaluran 1.000 buku dan program Duta Baca.

"Pemangkasan anggaran ini sangat berpengaruh. Perpusnas memiliki program bantuan 1.000 buku untuk daerah yang susah dijangkau, dan itu sangat membantu TBM di daerah-daerah. Kami khawatir ke depannya penyaluran buku dan keberlanjutan program Duta Baca akan terkendala," pungkas Barok.


Penulis        : Putri

Editor          : Picon    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

Mahasiswa Unikal Sukses Dampingi UMKM Telur Asin Pekalongan Menuju Kancah Digital

Pekalongan - Lima mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pekalongan (Unikal) semester tiga memberikan pendampingan digitalisasi kepada UMKM Telur Asin "Enen", salah satu produsen telur asin rumahan Banyurip di Kota Pekalongan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 28 Desember 2025 merupakan implementasi mata kuliah Bisnis Digital yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan strategi pemasaran modern secara langsung di lapangan. Kelompok mahasiswa yang terdiri dari Karimah Wirdiyan Zahro, Ika Lailatus Syarifah, Nirva Putri, Dimas Putra dan Pradipta Arya memilih UMKM Telur Asin Enen setelah melakukan observasi lapangan. Produk telur asin tersebut dinilai memiliki potensi pasar besar karena kualitasnya tergolong premium dengan harga yang tetap terjangkau. Kuning telur yang masir dan bertekstur omega serta rasa asin yang seimbang menjadi keunggulan yang jarang ditemukan pada produk sejenis.  Sebelum pendampingan dilakukan, pemasaran UMKM Telur Asin Enen masih bergantung pada p...