MONOLOG: “SAMPAH BERTUTURAN”
Pada hari ini, Sabtu, 31 Oktober 2026, sebuah pertunjukan monolog berjudul “Sampah Bertuturan” hadir dengan konsep yang menarik dan penuh pesan moral. Pertunjukan seni teater ini disutradarai oleh Ahmad Bukhori, S.Sn, dengan naskah garapan Abror Y. Prabowo, serta dibawakan secara memukau oleh aktor Nur Aya Rozak.
Pertunjukan ini dibuka dengan dua puisi yang menggambarkan kondisi lingkungan dan permasalahan sampah di sekitar kita. Suasana pementasan dikemas secara dramatis, meriah, dan penuh makna. Hal yang menarik adalah sampah digambarkan seolah-olah dapat berbicara dan menyampaikan keluhannya kepada manusia.
Melalui pementasan ini, penonton diajak untuk memahami bahwa sampah bukan sekadar benda yang dibuang, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah, tidak membuangnya sembarangan, serta mulai membiasakan diri menjaga lingkungan.
Aku menghela napas melihat jam dinding di ruang kelas yang sunyi dan hanya ada satu suara, yaitu suara guru matematika yang sangat menyebalkan. Guru yang selalu memberi tugas dengan segudang pertanyaan di kelas sebagai hukuman jika tertidur dikelas. Melihat banyaknya rumus membuatku sangat malas dan ingin tidur di kelas. Aku selalu berpikir bahwa sekolah adalah neraka bagi setiap anak di dunia, tidak berguna dan hanya membuang waktu. Aku pikir hidup akan lebih baik jika anak diseluruh dunia tidak bersekolah. Ketika bel pulang sekolah terdengar, itulah hal yang sangat menggembirakan bagiku. Hal yang sudah kutunggu–tunggu sejak pukul 07.00 pagi. Aku tidak menyukai sekolah, entah karena gurunya, teman – teman yang jahil atau karena hal lain yang tidak dapat diprediksi. Di sekolah aku hanya melamun, membaca komik, atau bahkan tertidur karena terlalu asik main game semalaman. Aku tidak tahu arah dan tujuan hidup yang jelas. Aku hanya tahu game, komik, dan tidur. Berbaring d...

Komentar
Posting Komentar