Langsung ke konten utama

Konser Persembahan Karya (KPK) Oleh Ukm Musik Sriwijaya Mengusung Tema Komtemporer "Free Your Expression In Art"

 

        Konser Persembahan Karya (KPK) yang di gelar oleh UKM Musik Sriwijaya Universitas Pekalongan dengan tema "Free Your Expression in Art" bertempat di Halaman Gedung E, Universitas Pekalongan, Sabtu (12/8/2023)

        Konser Persembahan Karya (KPK) mempersiapan penyelenggaraan konser selama kurang lebih 2 bulan oleh UKM Musik Sriwijaya, Dengan menampilkan karya-karyanya mulai dari pertunjukan band, kontemporer, musikalisasi puisi, hingga mural yang luar biasa epik. Diselenggarakan di Halaman Gedung E, Universitas Pekalongan, Sabtu (12/8/2023).

      Pertunjukan musikalisasi Puisi oleh salah satu anggota UKM Musik Sriwijaya pada gelaran Konser Persembahan Karya (KPK) yang diselenggarakan di Halaman Gedung E, Universitas Pekalongan, Sabtu (12/8/2023).


        Diangkat dari kisah berjudul "Anoman Obong" sebagai penampilan penutup dari acara Konser Persembahan Karya (KPK)  yang epik membuat penonton terkesima dan memberikan aplous meriah sebagai apresiasi kepada penyelenggara yang bertempat di Halaman Gedung E, Universitas Pekalongan, Sabtu (12/8/2023)


        Suasana yang memukau pada saat penampilan Musik Kontemporer sebagai penutup pada Konser Persembahan Karya (KPK) yang diselenggarakan oleh UKM Musik Sriwijaya di Halaman parkir Gedung E, Universitas Pekalongan, Sabtu (12/8/2023).



Fotografer    : Mizannul Ihsan Lubis, M. Zidan Ramadhani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Esai HUT RI ke 73 Universitas Pekalongan, Anggota LPM Suaka Juara

            Universitas Pekalongan mengadakan lomba Essay untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke – 73. Tema essai yang diangkat yaitu, “Semangat 17 Agustus dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Tema tersebut sangat menarik, karena perkembangan globalisasi yang begitu pesat membuat persaingan didunia industri semakin ketat. Tidak heran jika para pengangguran pun dimana-mana, sebab semakin berkembangnya zaman semakin pula banyak perubahan yang terjadi. Seperti halnya, dikabarkan bahwa tenaga kerja manusia akan berkurang dan digantikan oleh kecanggihan elektronik maupun teknologi. Selain itu, revolusi industri menjadi bahan ketakutan bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi sebab kurangnya keahlian yang mereka miliki.             Namun, kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu memiliki semangat 17 Agustus yang ada didalam diri. Apalagi bagi pemuda pemudi ba...

Konsolidasi dan Nobar Film Pesta Babi

Pekalongan Gelar Konsolidasi dan Nobar Film Pesta Babi, Ratusan Warga Antusias Hadir Aliansi lintas komunitas Pekalongan-Batang berkolaborasi dengan BEM KM Universitas Pekalongan menggelar kegiatan konsolidasi masyarakat sipil dan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di depan Gedung E Universitas Pekalongan, Kamis malam, 14 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut dihadiri ratusan masyarakat Pekalongan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, komunitas sosial, hingga pegiat lingkungan. Acara ini menjadi ruang diskusi bersama mengenai isu sosial, lingkungan, dan gerakan masyarakat sipil yang diangkat dalam film dokumenter tersebut. Diskusi dipantik oleh Rizki Riyansyah dari WALHI Jawa Tengah dan Hariz Aufa dari Social Movement Institute. Sementara jalannya acara dipandu Imam Nurhuda dari Save Pekalongan bersama Nadia Pitaloka dari BEM KM Universitas Pekalongan. Dalam diskusi tersebut, para pemantik menyoroti berbagai persoalan sosial ...

Blind Date with a Book, Solusi Inovatif Meningkatkan Minat Baca

Dokumentasi: Buku Blind Date Pekalongan (07/04/26) - Program inovatif bertajuk Blind Date with a Book digelar oleh Duta Perpustakaan Universitas Pekalongan sebagai upaya meningkatkan minat baca dan jumlah peminjam buku di perpustakaan kampus, juga sekaligus memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Duta dan Wakil Duta Perpustakaan Unikal yang mengusung tema unik, yakni meminjam buku  tanpa mengetahui judulnya. Buku-buku yang tersedia dibungkus rapi dan hanya diberi petunjuk singkat seperti genre , deskripsi, serta kode tertentu.  Salah satu penyelenggara menjelaskan, "jadi kita kayak nggak tahu buku apa yang akan kita baca, biasanya di bukunya itu cuma tertera clue sedikit seperti genre atau poin penting dari bukunya" . Konsep ini terinspirasi dari ide Blind Date yang kemudian diintegrasikan dengan literasi. Dengan cara tersebut, mahasiswa diajak merasakan pengalaman baru dalam membaca. "Membaca buku itu bisa ...