Langsung ke konten utama

KKN-DR Kembali Diadakan Universitas Pekalongan

Pekalongan, 27 November 2020 — Universitas Pekalongan mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari rumah  atau sesuai dengan domisili mereka. Kegiatan KKN yang disebut dengan KKN Dari Rumah (KKN-DR) ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kesadaran dalam masyarakat mengenai program 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker, serta mencuci tangan. Dengan penggunaan metode daring, Mahasiswa dapat mengurangi kontak langsung dengan masyarakat. 

Pendaftaran KKN-DR Universitas Pekalongan dibuka dari tanggal 9 Oktober sampai dengan 22 Oktober 2020. Tema besar yang diusung yaitu penguatan imunitas keluarga hadapi pandemi. 

"KKN-DR ini berlangsung dari tanggal 24 November sampai 15 Desember 2020," ujar Eko Budi Prasetyo, S.S.T. selaku ketua panitia pelaksana KKN-DR.

Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan KKN-DR ini memiliki empat pilar, yaitu pilar kesehatan, pilar kesadaran lingkungan, pilar literasi hukum dan pendidikan, serta pilar ekonomi dan sosial. Kemudian, setiap mahasiswa diperintahkan untuk memilih program unggulan yang sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing.

"Biaya pendaftaran KKN-DR ini sebesar Rp 500.000,00. Karena tidak ada living cost dan dilakukan di rumah masing-masing." imbuhnya. Dana ini dialokasikan untuk atribut KKN-DR itu sendiri. Diantaranya yaitu jaket, topi, buku panduan dan sebagainya.

KKN-DR yang diikuti oleh 441 mahasiswa dengan 6 pembimbing ini mewajibkan mahasiswa untuk melaporan hasil akhirnya dalam dua bentuk, yaitu tulisan yang dikirimkan melalui Google Classroom dan foto yang diunggah melalui Instagram. Selain itu, Mahasiswa akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu, kira-kira 10 hari sebelum pelaksanaan KKN-DR.

"Karena KKN-DR ini bersifat individu, kendalanya yaitu dalam pelaksanaan proker. Misal dalam program peduli lingkungan prokernya yaitu pengadaan tempat sampah organik dan non-organik. Nah itu, kita melaksanakan kegiatan sendiri (mengecat tempat bak sampah, memberi identitas, membagikan kepada warga)." ujar Dwi Fatimah, mahasiswa dari prodi PMTK. 

Selanjutnya ia menambahkan, jika dalam pelaksanaan KKN-DR ini dibantu oleh kader (siswa SLTA/sederajat) yang berjumlah 4 orang, pada tiap program yang terdiri dari 1 orang. 

Dengan adanya program KKN-DR ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunitas keluarga dalam menghadapi pandemi.


Reporter : Nurfadilah

Penulis.  : Kirana Ayudya W.

Editor.     : Reza Firnanto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"PENYAKITNYA SATU, DRAINASE BURUK": WARGA DAN MAHASISWA KELUHKAN BANJIR

  Dokumentasi:  Abrão de Carvalho Pekalongan - Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan selama tiga hari berturut-turut mencapai puncaknya pada Sabtu ini, tanggal 17 Januari 2026. Akibatnya, banjir merendam akses Jalan hingga masuk area Universitas Pekalongan dan perumahan disekitarnya. Kedalaman banjir pun variatif, mengingat struktur jalan yang berbeda ketinggiannya.  Kondisi banjir ini menjadi sorotan tajam karena terjadi tepat di tengah suasana Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil. Hal tersebut dinilai sangat mengganggu fokus dan ritme akademik. Andini, mahasiswi Program Studi Agroteknologi semester lima, mengungkapkan kekhawatirannya saat ditemui di lokasi.  "Sangat memprihatinkan ya, karena di sini air sudah mau naik ke atas juga. Kalau semisal hari ini ada perkuliahan, tentu akan menghambat jalannya kegiatan di Universitas Pekalongan," ujarnya. Dokumentasi: Erlanda Setyawan Senada dengan Andini, Karina Octaviana berharap adanya langkah konkret dari pihak rekto...

Bandit Kaus Kaki Resahkan Jamaah Masjid UNIKAL

Pekalongan, 20 November 2025 - Warga UNIKAL dihebohkan dengan maraknya kejadian hilangnya kaus kaki jamaah saat melakukan ibadah di masjid kampus. Peristiwa ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi.

Inovatif, Program KKN Unikal Berdayakan Ibu PKK Melalui Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah

  Pekalongan - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pekalongan (Unikal) di Desa Panjomblangan, Kecamatan Kedungwuni, sukses mengubah limbah dapur menjadi produk bernilai jual. Melalui kolaborasi dengan kader Pokja II PKK, mereka menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah pada 29 Desember 2025 di Gedung PKD. Mahasiswa KKN Unikal, Puput Anjani dan Siti Khotijah, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menekan angka pencemaran lingkungan. "Kami ingin mengurangi limbah minyak jelantah dengan cara mengolahnya kembali agar menghasilkan manfaat serta memiliki nilai jual bagi warga," ungkap mereka. Proses Produksi yang Efisien dan Ekonomis karena pembuatan lilin ini tergolong sederhana dan cepat. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk proses pengeringan, bahkan bisa lebih cepat jika menggunakan bantuan kipas angin. Bahan-bahan yang digunakan meliputi minyak jelantah, essential oil sebagai pewangi, benang sumbu, serta hiasan estetik seperti batu ...