Langsung ke konten utama

DPRD KOTA PEKALONGAN TANGGAPI TUNTUTAN ISU NASIONAL DAN LOKAL PADA AKSI ALIANSI GEMPAR

DPRD KOTA PEKALONGAN TANGGAPI TUNTUTAN ISU NASIONAL DAN LOKAL PADA AKSI ALIANSI GEMPAR


      Pekalongan, 24/4/2022 – Pada Kamis sore sekitar pukul 16:00 WIB sejumlah massa dari Aliansi GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pekalongan Raya) melakukan aksi turun ke jalan hingga sampai di depan gedung DPRD Kota Pekalongan. Walaupun aksi tersebut dilakukan saat sore hari dan waktu bertepatan dengan jam pulang kerja, tetapi massa berhasil menemui Ketua DPRD Kota pekalongan. Aksi ini dilakukan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi GEMPAR.
    Aksi tersebut menyampaikan 11 tuntutan antara lain :
1. Cabut omnibuslaw beserta peraturan turunannya;
2. Batalkan RUU P3;
3. Batalkan RUU Sisdiknas;
4. Tolak upak murah;
5. Cabut SK gubernur (Jateng) tentang UMK 2022;
6. Usut tuntas pelanggaran HAM;
7. Turunkan harga bahan pokok BBM;
8. Tolak kenaikan pajak;
9. Evaluasi pemindahan IKN;
10. Tuntaskan persoalan banjir dan rob pekalongan; dan
11. Tuntaskan persoalan pembangunan pasar banjar sari.
     Dalam sederet tuntutan tersebut Ketua DPRD Kota Pekalongan yang datang menemui massa menanggapi, 
“Bahwasannya ada tuntutan yang kewenangannya di daerah, ada yang dari provinsi dan ada yang dari pemerintah pusat, tetapi kalau memang itu dijadikan tuntutan nanti saya akan salurkan ke yang berwenang, karena DPRD berfungsi sebagai penampung aspirasi rakyat,” ujar Bapak Azmi Basyir Ketua DPRD Kota Pekalongan.
    Ada dua point utama yang menarik dari sebelas tuntutan yang disampaikan, yaitu permasalahan banjir rob dan pembangunan pasar Banjar Sari yang mana permasalahan itu sudah tidak asing lagi bagi warga Pekalongan. Sehingga Bapak Azmi Basyir, selaku Ketua DPRD Kota Pekalongan dari fraksi Golkar menanggapi atas permasalahan tersebut.
     Beliau menanggapi bahwasannya Pekalongan sudah mendapatkan 1,3 triliun untuk menanganii banjir rob yang anggarannya didapatkan dari Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan pelaksanaannya juga dari kementerian PUPR. Pemkot hanya melakukan pengarahan, berkomunikasi dengan masyarakat dan diperkirakan pelaksanaannya 2 tahun akan selesai.

    Serta yang terakhir Ketua DPRD Kota pekalongan Bapak Azmi Basyir menanggapi tuntutan atas persoalan pembangunan Pasar Banjar Sari.
“Pembangunannya tidak bisa disupport dari APBD, jadi memang butuh kolaborasi bersama, tidak hanya melibatkan daerah tetapi juga pejabat Kementerian Depak, maka pemkot akan berkomunikasi dengan kementerian terkait untuk pembangunan pasar yang mana kurang lebih membutuhkan dana seratus lima puluh miliyar. Kalau kita ambil semua dari APBD tidak mungkin paling bisa sebagian kecil. Sehingga ini perjuangan bersama agar setelah pembongkarannya selesai anggaran bisa diturunkan sehingga pasar bisa dibangun dan ekonomi bisa tumbuh” Ujar Ketua DPRD tersebut.
  Setelah menanggapi tuntutan yang disampaikan Ketua DPRD yaitu Bapak Azmi Basyir menandatangani semua tuntutan dan berjanji akan menyampaikan semua keluhan ke pihak yang berwenang.
Kemudian salah satu perwakilan dari aliansi GEMPAR memberikan tanggapan terkait yang disampaikan anggota DPRD tersebut.
“Permasalahan banjir dan rob ini sudah kita kaji dari tahun 2017 dan pernah audiensi beberapa kali dengan pihak pemerintah kota ataupun  pihak DPRD namun tidak pernah terealisasikan sampai hari ini. Maka permasalahan banjir dan rob ini akan kita angkat lagi dan kita kawal terus menerus dan juga kami mengecewakan pembangunan pasar yang sudah terbakar selama 4 tahun itu belum juga terealisasikan  justru pembangunan pariwisata selesai dalam tahapan dua tahun, dan hingga hari ini ada empat ribu pedagang berjualan di tengah jalan dan belum direlokasi” Jelas Adam.
      Aliansi Gempar meyakini bahwa politik aksi massa adalah politik yang murni dibandingkan dengan politik berjuasi yang ada di DPR ataupun pemerintahan pusat sehingga mereka berniat untuk mengadakan aksi kembali pada Mayday tahun ini.

Fotografer : Mizannul Ihsan Lubis, Dani Alfin, Slamet Kurniadi
Reporter : M. Khotibul Umam, Hizbul Islam, Moch Syarief Hidayat
Penulis : Shofwatul Fu’adah
Editor : M. Addi Syirfan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TBM Ngaji Literasi: Membangun Generasi Bermartabat di Tengah Gempuran Era Digital

  Dokumentasi: Putri Pekalongan - Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Ngaji Literasi' pada 6 Maret 2026. Acara yang dimulai pukul 16:30 WIB di lingkungan TBM ini bertujuan membekali generasi muda dengan ketajaman intelektual dan akhlak mulia selama bulan Ramadan.  Rangkaian acara diawali dengan ceramah mengenai puasa oleh Ustaz Ahmad Fauzi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan buka bersama.  Pembina sekaligus Pendiri TBM Hidup Punya Cerita, Barok, menegaskan bahwa tema "Ramadan dan Kebangkitan Intelektual" dipilih karena keprihatinan terhadap masifnya informasi di ruang digital yang sering kali memuat hoaks. Menurutnya, kecerdasan tanpa moralitas akan menjadi bumerang. Dokumentasi: Putri "Generasi muda saat ini dimudahkan oleh akses digital yang cepat, namun rentan terpapar hoaks. Kita ingin membentuk generasi bermartabat melalui penguatan literasi. Selain ilmu, kita harus mengutamakan akhlak mulia. ...

Filosofi Saf: Mengisi Ruang Kosong Perjuangan di Forum Mahasiswa Unikal

Dokumentasi: Tim Redaksi LPM Suaka Unikal PEKALONGAN - Paving block dingin lapangan parkir Gedung E Universitas Pekalongan (Unikal) menjadi saksi bisu narasi yang dibawakan Ketua BEM KM UGM 2025, Tiyo Ardianto dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Azlan Syah Putra. Dalam acara Forum Kolektif Mahasiswa Unikal pada Rabu 11 Maret 2026 malam, Tiyo dan Azlan secara gamblang menguliti kebijakan rezim Prabowo-Gibran, meski diwarnai drama intimidasi sebelum acara dimulai.  Drama: Upaya 'Penculikan' Berkedok Ngopi Forum yang terbuka untuk umum ini sempat tertunda dari jadwal semula pukul 18.00 WIB. Ketegangan memuncak saat Ketua BEM KM Unikal, Syakif, mengungkapkan adanya upaya penghadangan terhadap Tiyo oleh oknum misterius yang mengaku sebagai Humas Unikal. Oknum tersebut memaksa ingin menjemput Tiyo sendirian untuk diajak "ngopi" terlebih dahulu sebelum ke kampus. "Mungkin kalau kita lengah sedikit, Mas Tiyo sudah tidak ada di sini," ujar Syakif saat membuka...

Ketua SEMA-U Baru 2026: Antara Sayang Organisasi dan Wewenang Mutlak

  Dokumentasi Pelantikan oleh SEMA-U Pekalongan - Estafet kepemimpinan Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) tahun 2026 resmi bergulir dengan terpilihnya Adam Nur Faizin melalui jalur Sidang Perwakilan Mahasiswa Fakultas. Munculnya nama Adam menjadi sorotan lantaran dia sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemira (DKPP) dan tidak mengikuti kontestasi Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa dari awal. Dalam sesi wawancara khusus di Sekretariat UKM LPM Suaka pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, Adam memberikan pelbagai tanggapan mengenai legitimasi, komposisi kabinet, hingga visi 'revolusioner' yang dibawanya.  Menanggapi pernyataan mengenai pilihannya maju melalui jalur Sidang Perwakilan Mahasiswa Fakultas alih-alih Pemira, Adam menjelaskan pada mulanya dia tidak berencana menduduki kursi ketua. Ia mengaku hanya ingin berkontribusi sebagai Ketua Komisi. "Saya sangat sayang sama organisasi tersebut. Kenapa bisa sayang? Karena organisasi itu yang membuat say...