Langsung ke konten utama

Ada apa dengan DIRTY VOTE?

Dari film Dirty Vote ini banyak memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin perlu diulik lebih dalam sebelum pemilu. Seperti, "Siapa sih, dalang dibalik fakta–fakta yang dimunculkan pada film tersebut?", "Mengapa hanya fokus pada satu paslon saja?", "Mengapa hanya capres-cawapres saja yang dibahas?", dan "Apa yang melatarbelakangi mereka membuat film itu?".

Namun, dari sesi diskusi yang kami buat tadi, justru muncul pertanyaan–pertanyaan  baru lagi. "Sebenarnya kemauan Pak Jokowi itu apa, sih?", "Langkah apa sih, yang akan Pak Jokowi lakukan?", "Akankah benar menjadikan Indonesia maju dengan gerakan yang mereka buat yaitu Indonesia emas dengan bonus demografinya atau akan menjadi Ibu Mega part 2?"

Menarik untuk dibahas, pada film Dirty Vote tadi, mengungkapkan kelicikan–kelicikan Pak Jokowi dan kroni–kroninya pada ajang kontestasi pemilu pada tahun ini. Mulai dari pengungkapan data survey yang dibuat–buat, para pejabat yang salah kaprah dalam menjalankan amanat mereka sebagai pejabat negara dan tim kampanye, pemanfaatan aset fasilitas negara sebagai alat kampanye, politik gentong babi sebagai senjata Pak Jokowi pada politik tahun ini, hingga pengungkapan kecurangan yang dibuat Oleh Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meloloskan anak presiden sebagai calon penerus Presiden dikontestasi politik tahun ini dan semua pengungkapan itu sangat berpengaruh pada calon pemilih yang akan memilih para capres-cawapres ini sebagai pemimpin mereka di 5 tahun ke depan. Namun, ada muncul beberapa pertanyaan dari seorang teman, "Sebenarnya kemauan Pak Jokowi itu apa, sih?", "Apakah beliau ini hanya membuat kegaduhan semata saja atau ada langkah baik untuk Indonesia ke depannya?". Dan di lain sisi ada beberapa hal yang bisa membuat para pemilih ini untuk tetap mempertimbangkan dengan pilihan mereka dipaslon nomor 02. Dengan memilih paslon nomor 02, mereka berharap akan ada kemajuan pada negara ini dengan program-program yang digadangkan presiden sebelumnya seperti pembangunan IKN dan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Namun, ada kemungkinan lain ketika mereka memilih pada paslon nomor 02 yaitu berarti mereka akan setuju dengan adanya politik dinasti dan kekuatan oligarki yang akan tumbuh subur di dalamnya serta akan mengancam keselamatan mereka.

Kita tarik saja salah satu program kerja yang beliau tekankan dan menjadi perbincangan banyak orang yaitu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sejak awal gagasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ini sudah ada pro dan kontra. Secara pandangan pro pemindahan Ibu Kota Ini menuai pujian mulai dari pemerataan pembangunan, meningkatkan perdagangan antar wilayah dan peningkatan investor asing guna membangun perekonomian negara. Sedangkan secara pandangan kontra sendiri akan mengancam ruang lingkup masyarakat setempat dan satwa yang ada dihutan kalimantan,Serta berpotensi menggusur lahan masyarakat adat. Dengan adanya pro dan kontra tersebut mungkin akan menjadi sia–sia apabila program ini akan berhenti setelah kepemimpinan Pak Jokowi. Akan menjadi proyek nasional terbengkalai kesekian kalinya setelah proyek hambalang. Dilain sisi proyek IKN apabila ditinggalkan akan sia–sia karena sudah menggunakan dana APBN cukup banyak dengan total Rp 75,4 Triliun juga akan menjadi bencana tambahan dipulau kalimantan mulai dari banjir, deforestasi hutan hingga krisis iklim. 

Disisi lain, apabila mereka memilih paslon nomor 02 sebagai presiden dan wakil presiden yang dasarnya ada anak haram konstitusi yang berkontestasi didalamnya mereka berarti menyetujui dengan adanya politik dinasti baru Pak Jokowi dan setuju dengan menyuburkan para oligarki di dalamnya. Di dalam video di jelaskan dan di tayangkan banyak sekali para pejabat yang menjadi tim sukses dari tim kemenangan nasional prabowo-gibran. Tidak hanya itu, di dalam video juga memperlihatkan begitu mirisnya kecurangan yang dibuat oleh pemerintah demi mengusung anak dari pemimpin negara untuk menjadi kontestan dalam pemilu tahun ini. Maka dari itu, kita bisa menilai bahwa siapa–siapa saja yang akan masuk di dalam kabinet paslon nomor 02 apabila mereka terpilih menjadi presiden. Mulai dari pejabat kementrian seperti Luhut, Bahlil Lahadalia, Airlangga Hartato, Zulkifli Hasan dan lain sebagainya. Dengan prestasi dan banyaknya kasus diperiode sebelumnya pada masing–masing pejabat itu bisa menjadi pertimbangan apakah beliau–beliau ini cocok untuk menjabat diperiode selanjutnya menarik untuk dinantikan.

Selain itu semua, pada forum diskusi tadi kami menilai bahwa ada kekurangan di dalam film Dirty Vote ini yaitu adanya kecondongan pada penggiringan opini didalam film tersebut yang mengakibatkan elektabilitas paslon nomor 02 ini diuji. Kami menilai bahwa alangkah baiknya selain menilai kecurangan pada pemilihan dilembaga eksektif harusnya ada juga pembahasan tentang keadaan yang ada dalam kontestasi pemilihan calon legislatif, karena akan sangat menarik apabila film ini juga membahas para caleg dari banyak partai ini. Di lain sisi kami juga menilai bahwa mungkin akan ada kecurangan–kecurangan lain yang terjadi pada lembaga legislatif baik itu di pusat dan di daerah dimana mandat dan amanat rakyat ini juga ada pada pundak para calon anggota legislatif tersebut.

Dari diskusi ini juga memuculkan pertanyaan besar bagi kami, "Apa yang akan dilakukan Pak Jokowi dan penerusnya apabila mereka memenangkan kontestasi politik tahun ini?", dan "Apa yang akan terjadi di negara ini apabila Pak Jokowi ternyata kalah pada kontestasi politik tahun ini?".

        Siapa saja yang akan menjadi pemimpin di negeri ini dan apa saja program yang akan dibuat untuk kemajuan negeri ini, itu ada pada pilihan kalian, datang ke TPS dan coblos pilihan kalian sesuai hati nurani kalian. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup keadilan!"



Penulis             : Mizannul Ihsan Lubis

Editor               : - Rahma Nur Hidayah

                            - Jauhara Zainun Farah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPRD Sementara

      D okumentasi: Peserta Demonstrasi   Pekalongan, 19 Juni 2026 - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Diklat Kota Pekalongan. Diketahui gedung tersebut saat ini masih diperuntukkan sebagai gedung sementara DPRD Kota Pekalongan. Aksi berjudul, "Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Menggugat" ini digelar sebagai bentuk protes dan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lapangan massa aksi mulai bergerak melakukan longmarch dari kampus Universitas Pekalongan (UNIKAL) menuju area Gedung Diklat sejak pukul 15.00 WIB. Para peserta aksi kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duma atas kondisi demokrasi saat ini. Tak lupa, massa aksi turut membawa berbagai atribut demonstrasi, mulai dari bendera organisasi hingga spanduk beris...

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Gelar Aksi Galang Dana untuk Aceh, NTT, dan Kalimantan

  Pekalongan, 22 Agustus 2026 - Aliansi Mahasiswa Raya menyelenggarakan kegiatan aksi kemanusiaan dalam bentuk penggalangan dana guna membantu korban bencana alam di wilayah Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan. Aksi penggalangan dana secara berlangsung pada pukul 15.00 WIB hingga 17.00 dengan berlokasi di pertigaan Lampu Merah Medono, Kota Pekalongan.  Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekalongan Raya, antara lain  Universitas Pekalongan (UNIKAL), UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Universitas Muhammadiyah Pekalongan (UMPP), serta Institut Widya Pratama (IWP). Harapannya dana yang terhimpun dari aksi kemanusiaan dapat meringankan beban korban di wilayah terdampak. Selain itu, seluruh dana yang terhimpun akan disalurkan secara transparan untuk membantu penanganan dampak bencana serta kebutuhan pemulihan para korban di wilayah Aceh, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.

LPM Suara Kampus Tingkatkan Minat Sastra melalui Pelatihan Kepenulisan Cerpen

Lembaga Pers Suara Kampus Universitas Pekalongan mengadakan pelatihan rutinan kepenulisan cerita pendek di gedung C ruang 103, sabtu (15/9/18). Kegiatan ini merupakan salah satu dari program kerja LPM Suaka, pelatihan rutinan diadakan setiap seminggu sekali guna mengasah kemampuan para anggota didunia seputar jurnalistik. Kali ini, LPM Suaka mengundang Tri Setyorini, S.Pd sebagai pemateri penulisan cerpen.  Tri Setyorini adalah alumni mahasiswa Unikal program studi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia. Prestasi nya dibidang kepenulisan cerpen begitu banyak. Menulis cerpen sudah menjadi hobinya, sehingga tidak heran jika karya-karyanya patut diberi apresiasi. Diharapkan setelah adanya pelatihan tersebut dapat meningkatkan minat menulis para mahasiswa, mengajak mereka untuk berekspresi melalui tulisan khususnya sastra. Karena, karya sastra lahir dari suatu pergolakan hati dan keadaan.