Langsung ke konten utama

Puncak Diesnatalis UNIKAL : WAKIL REKTOR LAKUKAN SUMPAH JABATAN

 Puncak Diesnatalis UNIKAL :

WAKIL REKTOR LAKUKAN SUMPAH JABATAN


   Pekalongan, LPM Suara Kampus - Telah terlaksana acara malam puncak Diesnatalis Universitas Pekalongan, Kenduri Transformatif pada Minggu (4/9) lalu. Acara ini mengusung tema “Encapsulates happiness, Family, and Spirituality” bertempat di Gedung Olahraga dan Kesenian.
    Rangkaian acara dimeriahkan oleh penampilan UKM Sriwijaya Choir, group band mahasiswa dan stand up komedi oleh alumni. Dalam acara ini terdapat sesi penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, launching buku serta pemutaran film Menembus Batas. Acara dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan Fakultas serta Kaprodi. Selain itu, turut hadir Ketua Yayasan Samarthya Mahotsaha Paramadharma, Muhammad Rizal,S.E.
      Acara puncak dalam Kenduri Transformatif ini yakni dilaksanakan pula pengambilan sumpah jabatan Wakil Rektor I, II, dan III Universitas Pekalongan yang di saksikan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
    “Dalam acara yang berbahagia pada kali ini adalah rangkaian acara (Diesnatalis) dan pelantikan para wakil rektor dan ini menjadi sebuah langkah awal untuk membentuk tim kami yang utuh untuk mengembangkan Unikal IKHLAS, Unikal tuntas.” jelas Andi Kushermanto, S.E., M.M. selaku Rektor Universitas Pekalongan.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Pekalongan untuk turut serta membangun perguruan tinggi yang sudah direncanakan 41 tahun yang lalu dengan lebih baik. Acara ini dibuka dengan membaca doa yang dipimpin langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Fahrudin Eko Hardiyanto,M.Pd, kemudian dilanjut dengan acara sambutan-sambutan.
    Pada pukul 20:15 WIB acara dilanjutkan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Wakil Rektor I Zahro,S.E.,M.Si, Wakil Rektor II Dr. Achamad Soeharto,S.H, dan Wakil Rektor III M. Fajru Sidqi, S.Pd.,M.Hum. Selanjutnya sesi pemotongan tumpeng oleh Rektor Universitas Pekalongan dan pemberian cindera mata kepada tokoh historis Unikal dan penutup.
     Andi Kushermanto selaku Rektor Universitas Pekalongan menyampaikan harapannya, semoga Universitas Pekalongan dapat menjadi kampus yang best practice dan berkelas serta menjadi tujuan awal yang lebih baik seperti yang telah direncanakan.

Penulis: Slamet Kurniadi
Reporter: Horrison N. Hutapea
Editor: Yunita Devika D.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Esai HUT RI ke 73 Universitas Pekalongan, Anggota LPM Suaka Juara

            Universitas Pekalongan mengadakan lomba Essay untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke – 73. Tema essai yang diangkat yaitu, “Semangat 17 Agustus dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Tema tersebut sangat menarik, karena perkembangan globalisasi yang begitu pesat membuat persaingan didunia industri semakin ketat. Tidak heran jika para pengangguran pun dimana-mana, sebab semakin berkembangnya zaman semakin pula banyak perubahan yang terjadi. Seperti halnya, dikabarkan bahwa tenaga kerja manusia akan berkurang dan digantikan oleh kecanggihan elektronik maupun teknologi. Selain itu, revolusi industri menjadi bahan ketakutan bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi sebab kurangnya keahlian yang mereka miliki.             Namun, kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu memiliki semangat 17 Agustus yang ada didalam diri. Apalagi bagi pemuda pemudi ba...

Konsolidasi dan Nobar Film Pesta Babi

Pekalongan Gelar Konsolidasi dan Nobar Film Pesta Babi, Ratusan Warga Antusias Hadir Aliansi lintas komunitas Pekalongan-Batang berkolaborasi dengan BEM KM Universitas Pekalongan menggelar kegiatan konsolidasi masyarakat sipil dan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di depan Gedung E Universitas Pekalongan, Kamis malam, 14 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut dihadiri ratusan masyarakat Pekalongan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, komunitas sosial, hingga pegiat lingkungan. Acara ini menjadi ruang diskusi bersama mengenai isu sosial, lingkungan, dan gerakan masyarakat sipil yang diangkat dalam film dokumenter tersebut. Diskusi dipantik oleh Rizki Riyansyah dari WALHI Jawa Tengah dan Hariz Aufa dari Social Movement Institute. Sementara jalannya acara dipandu Imam Nurhuda dari Save Pekalongan bersama Nadia Pitaloka dari BEM KM Universitas Pekalongan. Dalam diskusi tersebut, para pemantik menyoroti berbagai persoalan sosial ...

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...