Langsung ke konten utama

Panas Tak Halangi Antusiasme Mahasiswa Baru di Parade UKM

Pekalongan, 4 September 2025– Kampus Universitas Pekalongan ramai dan penuh warna dengan digelarnya Parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam rangkaian acara PKKMB tahun 2025. Puluhan organisasi mahasiswa dari berbagai bidang tampil seru-seruan untuk memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru di rangkaian kegiatan ospek.

Sejak pagi, suasana semakin hidup berkat penampilan atraktif dari tiap UKM. Deretan stan UKM yang dipenuhi karya, prestasi, hingga info keanggotaan juga jadi magnet bagi mahasiswa baru yang penasaran.

Meski meriah, ada juga kritik dari sebagian mahasiswa baru soal lokasi acara. “Asik banget, tapi yang bikin agak males itu panas. Kalau indoor pasti lebih asik,” komentar salah satu peserta.

Namun, antusiasme tetap terasa di setiap sudut. Banyak mahasiswa baru berkeliling dari stan ke stan untuk mencari UKM yang sesuai minat, bahkan langsung mendaftar di tempat. “Seru banget, banyak ilmunya. Barusan juga keliling-keliling cari UKM yang menarik,” ujar Riski Bowo, mahasiswa baru Universitas Pekalongan.

Parade pun ditutup dengan tepuk tangan riuh dari seluruh peserta, menandai berakhirnya acara yang sukses jadi ajang promosi sekaligus perkenalan UKM bagi mahasiswa baru.

Penulis: Reffi Mahriza

Reporter: Nabila, Afrida, Laila, Aryani, Yuni

Editor: Rahma Coni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

TBM Ngaji Literasi: Membangun Generasi Bermartabat di Tengah Gempuran Era Digital

  Dokumentasi: Putri Pekalongan - Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Ngaji Literasi' pada 6 Maret 2026. Acara yang dimulai pukul 16:30 WIB di lingkungan TBM ini bertujuan membekali generasi muda dengan ketajaman intelektual dan akhlak mulia selama bulan Ramadan.  Rangkaian acara diawali dengan ceramah mengenai puasa oleh Ustaz Ahmad Fauzi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan buka bersama.  Pembina sekaligus Pendiri TBM Hidup Punya Cerita, Barok, menegaskan bahwa tema "Ramadan dan Kebangkitan Intelektual" dipilih karena keprihatinan terhadap masifnya informasi di ruang digital yang sering kali memuat hoaks. Menurutnya, kecerdasan tanpa moralitas akan menjadi bumerang. Dokumentasi: Putri "Generasi muda saat ini dimudahkan oleh akses digital yang cepat, namun rentan terpapar hoaks. Kita ingin membentuk generasi bermartabat melalui penguatan literasi. Selain ilmu, kita harus mengutamakan akhlak mulia. ...

Mahasiswa Unikal Sukses Dampingi UMKM Telur Asin Pekalongan Menuju Kancah Digital

Pekalongan - Lima mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pekalongan (Unikal) semester tiga memberikan pendampingan digitalisasi kepada UMKM Telur Asin "Enen", salah satu produsen telur asin rumahan Banyurip di Kota Pekalongan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 28 Desember 2025 merupakan implementasi mata kuliah Bisnis Digital yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan strategi pemasaran modern secara langsung di lapangan. Kelompok mahasiswa yang terdiri dari Karimah Wirdiyan Zahro, Ika Lailatus Syarifah, Nirva Putri, Dimas Putra dan Pradipta Arya memilih UMKM Telur Asin Enen setelah melakukan observasi lapangan. Produk telur asin tersebut dinilai memiliki potensi pasar besar karena kualitasnya tergolong premium dengan harga yang tetap terjangkau. Kuning telur yang masir dan bertekstur omega serta rasa asin yang seimbang menjadi keunggulan yang jarang ditemukan pada produk sejenis.  Sebelum pendampingan dilakukan, pemasaran UMKM Telur Asin Enen masih bergantung pada p...