Langsung ke konten utama

HIMAMEN Unikal Gelar Workshop SPSS: Bekali Mahasiswa Strategi Cerdas Taklukkan Skripsi

 

Pekalongan, 10 Januari 2026 - Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMEN) Universitas Pekalongan sukses menyelenggarakan Workshop Tips Skripsi & Analisis Data SPSS bertajuk "Strategi Menyusun Skripsi & Analisis Data Cerdas Dengan SPSS". Kegiatan ini hadir sebagai solusi nyata atas keresahan mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi tugas akhir yang sering dianggap tantangan besar.

Acara yang berlangsung interaktif ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal Universitas Pekalongan (Unikal), tetapi juga menarik peserta dari luar kampus, termasuk mahasiswa dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, yang menambah semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam menuntut ilmu. 

Membangun Validitas Data Sejak Dini 

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I, Ibu Amalia menekankan pentingnya pemahaman metodologi dan pengolahan data. “Kami melihat banyak mahasiswa tingkat akhir mengalami kesulitan pada bagian analisis data. Melalui workshop ini, kami ingin membekali mereka agar mampu mengelola data yang valid dan menyajikan analisis yang sesuai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum HIMAMEN, Anora Kalista Ramadhani. Ia menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena tergolong langka dan sangat dibutuhkan. “Kami melihat banyak mahasiswa tingkat akhir mengalami kesulitan pada bagian analisis data. Melalui workshop ini, kami ingin membekali mereka agar mampu mengelola data yang valid dan menyajikan analisis yang sesuai,” ungkap Anora.

Kupas Tuntas Strategi dan Mindset Penulisan

Sesi pertama menghadirkan Dr. Muhammad Shofiyuddin, S.E., M.SI., yang membedah strategi menyusun skripsi secara sistematis. Beliau menekankan bahwa hambatan terbesar seringkali datang dari mindset yang salah dan manajemen waktu yang buruk. 

"Skripsi tak harus sempurna, tapi harus selesai dan ilmiah. Ingat, skripsi adalah proses latihan riset, bukan menulis buku atau disertasi," tegas Dr. Shofiyuddin.

Beliau juga membagikan kriteria judul yang baik, yakni harus relevan dengan bidang studi, memiliki variabel yang jelas, tersedia datanya, serta tidak terlalu luas maupun sempit.

Praktik Langsung SPSS

Memasuki sesi kedua, serta diajak melakukan praktik langsung bersama Drs. Dwi Susilo, M.SI. Fokus materi pada sesi ini adalah Regenerasi Moderating. Peserta belajar cara mengonversi data mentah menjadi data siap olah, dari Excel ke platform SPSS.

Interaksi menarik muncul saat sesi praktik dimana terjadi pertukaran pengalaman teknis antar mahasiswa. Naefa Ramadani, mahasiswa dari ITSNU, mencatat adanya perbedaan pengalaman teknis. "Di Unikal cara operasionalnya terasa lebih simpel dibandingkan tahap-tahapan yang biasa kami lakukan di ITSNU," tuturnya.

Friska Ayu Ningtiyas, yang juga dari ITSNU, menambahkan bahwa workshop ini memberikan pendalaman materi SPSS yang lebih luas. "Manfaatnya banyak ya, karena dari kita pun pengetahuan SPSS-nya masih sedikit, jadi lewat sini jadi lebih tahu banyak, bahkan sampai ke tahap yang belum kami pelajari sebelumnya," tambahnya.

Dampak Positif bagi Peserta

Antusiasme peserta terlihat dari kesan positif yang disampaikan. Moch Ilham Muqorrobin, mahasiswa Manajemen Unikal semester 5, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru. "Banyak banget manfaatnya, terutama cara mengolah data dengan SPSS. Ini bekal berharga sebelum saya benar-benar menyusun skripsi nanti," katanya.

Menutup rangkaian acara, Wakil Ketua HIMAMEN, Dinda Mutiara, berharap kegiatan ini menjadi program unggulan yang berkelanjutan. "Harapannya periode berikutnya bisa terus mengadakan workshop serupa dengan konsep yang lebih inovatif lagi karena dampaknya sangat besar bagi kelulusan mahasiswa," pungkasnya.


Penulis : Picon

Reporter : Haya & Abrao

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Esai HUT RI ke 73 Universitas Pekalongan, Anggota LPM Suaka Juara

            Universitas Pekalongan mengadakan lomba Essay untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke – 73. Tema essai yang diangkat yaitu, “Semangat 17 Agustus dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Tema tersebut sangat menarik, karena perkembangan globalisasi yang begitu pesat membuat persaingan didunia industri semakin ketat. Tidak heran jika para pengangguran pun dimana-mana, sebab semakin berkembangnya zaman semakin pula banyak perubahan yang terjadi. Seperti halnya, dikabarkan bahwa tenaga kerja manusia akan berkurang dan digantikan oleh kecanggihan elektronik maupun teknologi. Selain itu, revolusi industri menjadi bahan ketakutan bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi sebab kurangnya keahlian yang mereka miliki.             Namun, kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu memiliki semangat 17 Agustus yang ada didalam diri. Apalagi bagi pemuda pemudi ba...

Konsolidasi dan Nobar Film Pesta Babi

Pekalongan Gelar Konsolidasi dan Nobar Film Pesta Babi, Ratusan Warga Antusias Hadir Aliansi lintas komunitas Pekalongan-Batang berkolaborasi dengan BEM KM Universitas Pekalongan menggelar kegiatan konsolidasi masyarakat sipil dan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di depan Gedung E Universitas Pekalongan, Kamis malam, 14 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut dihadiri ratusan masyarakat Pekalongan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, komunitas sosial, hingga pegiat lingkungan. Acara ini menjadi ruang diskusi bersama mengenai isu sosial, lingkungan, dan gerakan masyarakat sipil yang diangkat dalam film dokumenter tersebut. Diskusi dipantik oleh Rizki Riyansyah dari WALHI Jawa Tengah dan Hariz Aufa dari Social Movement Institute. Sementara jalannya acara dipandu Imam Nurhuda dari Save Pekalongan bersama Nadia Pitaloka dari BEM KM Universitas Pekalongan. Dalam diskusi tersebut, para pemantik menyoroti berbagai persoalan sosial ...

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...