Langsung ke konten utama

Inovatif, Program KKN Unikal Berdayakan Ibu PKK Melalui Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah

 

Pekalongan - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pekalongan (Unikal) di Desa Panjomblangan, Kecamatan Kedungwuni, sukses mengubah limbah dapur menjadi produk bernilai jual. Melalui kolaborasi dengan kader Pokja II PKK, mereka menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah pada 29 Desember 2025 di Gedung PKD.

Mahasiswa KKN Unikal, Puput Anjani dan Siti Khotijah, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menekan angka pencemaran lingkungan. "Kami ingin mengurangi limbah minyak jelantah dengan cara mengolahnya kembali agar menghasilkan manfaat serta memiliki nilai jual bagi warga," ungkap mereka.

Proses Produksi yang Efisien dan Ekonomis karena pembuatan lilin ini tergolong sederhana dan cepat. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk proses pengeringan, bahkan bisa lebih cepat jika menggunakan bantuan kipas angin. Bahan-bahan yang digunakan meliputi minyak jelantah, essential oil sebagai pewangi, benang sumbu, serta hiasan estetik seperti batu kerikil dan bunga. Komponen utama lainnya adalah penggunaan bubuk candle grade (pengeras lilin).

Untuk menyiasati minyak yang sangat kotor, mahasiswa memberikan tips khusus. "Jika minyak sangat kotor, bisa diatasi dengan arang dan didiamkan semalaman. Cara ini dijamin ampuh menghilangkan bau tidak sedap pada minyak," tambah mereka.

Produk ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi siap dipasarkan. Rencananya, lilin aromaterapi ini akan dijual di acara Expo mendatang dengan harga Rp 15.000 per buah. Dengan biaya produksi yang rendah, warga bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 8.000 per lilin. Hal ini sejalan dengan program Pokja II PKK dalam pengembangan ekonomi keluarga.

Apresiasi dan pesan menyentuh Ibu Nining Rohmatika, tokoh penggerak PKK Desa Panjomblangan, mengaku sangat terkesan. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga. Ini menjadi ilmu baru bagi kami bahwa ternyata membuat lilin itu sangat mudah," ujarnya.

Sambil memberikan motivasi kepada mahasiswa, Ibu Nining menyampaikan pesan filosofis yang mendalam. "Sebaik-baiknya orang yang berilmu akan mengilmukan yang lain, dan sebaik-baiknya orang yang kaya juga akan mengayakan orang yang lain. Jadi berbagilah selagi kita masih bisa bernapas dan bermanfaat bagi semua orang karena itu hidup yang sebenarnya," pesan Ibu Nining.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu rumah tangga di Desa Panjomblangan tidak lagi membuang limbah minyak sembarangan, melainkan mampu mengelolanya menjadi peluang bisnis UMKM yang ramah lingkungan.

Penulis: Picon

Reporter: Nirva

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inagurasi PKKMB UNIKAL 2026: Penampilan Reverence dan Fragmatis Jadi Puncak Hiburan Ribuan Maba

Pekalongan, 3 September 2026 – Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 resmi berakhir pada Kamis sore (3/9). Penutupan kegiatan tersebut ditandai dengan acara Inagurasi yang berlangsung meriah dan diikuti oleh ribuan mahasiswa baru di lingkungan kampus. Sejak sebelum acara dimulai, suasana kampus sudah terlihat ramai. Mahasiswa baru tampak memenuhi area kegiatan dengan berbagai atribut dan kelompok masing-masing. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika acara memasuki rangkaian utama. Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar dari para mahasiswa yang turut menikmati suasana malam penutupan PKKMB. Inagurasi menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu oleh mahasiswa baru setelah mengikuti berbagai rangkaian PKKMB selama beberapa hari. Tidak hanya menjadi acara penutup, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk bersantai dan menikmati berbagai hiburan bersama teman-teman yang baru mereka kenal selama mengikuti kegiatan kampu...

Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pekalongan 2026

  Pekalongan (04/09/26) - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pekalongan tahun 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 27 Agustus hingga 3 September 2026, dimulai dari Pra-PKKMB yaitu pembekalan sampai hari terakhir Sriwijaya Fest pada tanggal 3 September 2026.   PKKMB tahun ini mengambil tema, "Perubahan". Tema ini diambil karena membawa isu tentang kondisi Indonesia. Melihat situasi Indonesia pada saat ini yang bisa dikatakan tidak baik-baik saja, hingga ketidakpuasan terhadap pemerintah. Untuk menyesuaikan kegiatan ini, panitia PKKMB mengajak mahasiswa baru guna menyampaikan orasi dan pendapatnya tersendiri. Secara umum kegiatan PKKMB berjalan baik dan kondusif meskipun sempat terjadi beberapa kendala.  Presiden Mahasiswa Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) Universitas Pekalongan, Syakif menyampaikan salah satu kendala dan hambatan yang dihadapi oleh panitia dalam penyelenggaraan PPKMB adalah kurangnya persiapan dari jauh-jauh hari. ...

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPRD Sementara

      D okumentasi: Peserta Demonstrasi   Pekalongan, 19 Juni 2026 - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Diklat Kota Pekalongan. Diketahui gedung tersebut saat ini masih diperuntukkan sebagai gedung sementara DPRD Kota Pekalongan. Aksi berjudul, "Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Menggugat" ini digelar sebagai bentuk protes dan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lapangan massa aksi mulai bergerak melakukan longmarch dari kampus Universitas Pekalongan (UNIKAL) menuju area Gedung Diklat sejak pukul 15.00 WIB. Para peserta aksi kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duma atas kondisi demokrasi saat ini. Tak lupa, massa aksi turut membawa berbagai atribut demonstrasi, mulai dari bendera organisasi hingga spanduk beris...