Langsung ke konten utama

Mahasiswa Unikal Sukses Dampingi UMKM Telur Asin Pekalongan Menuju Kancah Digital


Pekalongan - Lima mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pekalongan (Unikal) semester tiga memberikan pendampingan digitalisasi kepada UMKM Telur Asin "Enen", salah satu produsen telur asin rumahan Banyurip di Kota Pekalongan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 28 Desember 2025 merupakan implementasi mata kuliah Bisnis Digital yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan strategi pemasaran modern secara langsung di lapangan.

Kelompok mahasiswa yang terdiri dari Karimah Wirdiyan Zahro, Ika Lailatus Syarifah, Nirva Putri, Dimas Putra dan Pradipta Arya memilih UMKM Telur Asin Enen setelah melakukan observasi lapangan. Produk telur asin tersebut dinilai memiliki potensi pasar besar karena kualitasnya tergolong premium dengan harga yang tetap terjangkau. Kuning telur yang masir dan bertekstur omega serta rasa asin yang seimbang menjadi keunggulan yang jarang ditemukan pada produk sejenis. 

Sebelum pendampingan dilakukan, pemasaran UMKM Telur Asin Enen masih bergantung pada penjualan melalui Shopee tanpa dukungan visual yang menarik maupun strategi promosi berkelanjutan. Media sosial pun belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa hal yang dibenahi oleh mahasiswa di antaranya, penyusunan identitas merek, pembuatan foto dan video produk yang lebih persuasif, optimalisasi penggunaan Facebook, Instagram, dan TikTok, serta pengenalan dasar mengenai analisis insight dan promosi media sosial. 

Setelah konten promosi dipublikasikan melalui berbagai platform digital, respon pasar menunjukkan hasil signifikan. Dalam beberapa jam promosi, UMKM Telur Asin Enen mendapat respon yang baik oleh kalangan konsumen. Kurang lebih 100 biji pesanan telur asin ludes, angka yang jauh melampaui penjualan hariannya. Peningkatan tersebut memperlihatkan besarnya potensi digital marketing bagi UMKM yang sebelumnya belum memanfaatkan kanal online secara maksimal. 

Selain fokus pada pemasaran digital, mahasiswa juga membantu penyediaan banner promosi serta QRIS untuk memudahkan transaksi. Upaya ini bertujuan memperkuat identitas usaha sekaligus meningkatkan profesionalitas layanan. Semua upaya ini diharapkan akan membuahkan hasil yang memuaskan. 

Seiring dengan peningkatan eksposur, UMKM Telur Asin Enen mulai menarik perhatian sejumlah penyedia katering dan pihak pabrik di wilayah Pekalongan. Beberapa kerja sama pun mulai terbentuk, yang diharapkan dapat membantu peningkatan skala produksi. Pemilik UMKM Telur Asin Enen, menyatakan rasa syukurnya atas perubahan ini, "saya sangat berterima kasih sudah dibantu digitalisasi. Hal ini sangat berdampak, sekarang sudah bisa kerja sama dengan katering dan pabrik. Saya juga jadi belajar cara berdagang di medsos" ungkapnya.

Menanggapi hal itu, salah satu anggota kelompok pendamping menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap pemilik UMKM selama proses pendampingan berlangsung, "Kami sangat berterima kasih kepada UMKM Telur Asin Enen. Setiap kali kami datang, kami selalu disambut hangat, bahkan sering disuguhi untuk makan, dibelikan jajan dan minuman, pulangnya juga dibungkuskan telur asin dan kerupuknya. Rasanya seperti dianggap anak sendiri oleh pemilik UMKM"

Ia juga menambahkan, "Alhamdulillah penjualan meningkat setelah promosi digital dilakukan. Kami ikut bangga melihat hasilnya. Dan kami juga berterima kasih kepada Bapak Ari Muhardono, dosen kami, karena melalui tugas ini kami bisa terjun langsung ke lapangan dan mengimplementasikan teori yang sudah dipelajari di kelas," tambahnya.

Program pendampingan ini diharapkan terus dikembangkan untuk memperluas akses UMKM terhadap teknologi digital. Selain memberi dampak positif bagi pelaku usaha, program ini juga memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami dinamika bisnis mikro di era modern.

Penasaran Dengan Telur Asin Enen? kunjungi Instagram @telurasinenen




Penulis   : Nirva
Editor     : Picon


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[OPINI] Sang Arsitek yang Sibuk Menambal Atap Saat Bangunan Sudah Roboh

Melihat kursi Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) yang melompong di tengah ramainya pelantikan akbar kemarin itu ibarat menonton konser tanpa vokalis. Mewah, rapi, tapi kosong. Fenomena 'kursi gaib'   ini sejujurnya adalah monumen kegagalan paling jujur dari sistem regenerasi yang mandek di kampus kita.  Lucunya, saat semuanya sudah kepalang berantakan, barulah mereka tersadar bahwa sebuah solusi harus digalakkan. Segala daya upaya dikerahkan, rapat senat, rencana sidang darurat guna menentukan bakal calon periode 2026 yang seharusnya sudah duduk manis sambil menyilangkan kaki, semua dilakukan bagai mengobati pesakitan di detik-detik terakhir sebelum akhir hayatnya. Lalu, mengapa baru sekarang kalang kabut seperti demikian?  SEMA-U periode ini agaknya lebih menikmati peran sebagai 'tim medis' daripada 'tim gizi'. Mereka lebih hobi mengobati 'penyakit' organisasi dibanding memastikan bibit regenerasinya tumbuh sehat. Kita semua tahu betul jika mencegah i...

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

Ketua SEMA-U Baru 2026: Antara Sayang Organisasi dan Wewenang Mutlak

  Dokumentasi Pelantikan oleh SEMA-U Pekalongan - Estafet kepemimpinan Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) tahun 2026 resmi bergulir dengan terpilihnya Adam Nur Faizin melalui jalur Sidang Perwakilan Mahasiswa Fakultas. Munculnya nama Adam menjadi sorotan lantaran dia sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemira (DKPP) dan tidak mengikuti kontestasi Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa dari awal. Dalam sesi wawancara khusus di Sekretariat UKM LPM Suaka pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, Adam memberikan pelbagai tanggapan mengenai legitimasi, komposisi kabinet, hingga visi 'revolusioner' yang dibawanya.  Menanggapi pernyataan mengenai pilihannya maju melalui jalur Sidang Perwakilan Mahasiswa Fakultas alih-alih Pemira, Adam menjelaskan pada mulanya dia tidak berencana menduduki kursi ketua. Ia mengaku hanya ingin berkontribusi sebagai Ketua Komisi. "Saya sangat sayang sama organisasi tersebut. Kenapa bisa sayang? Karena organisasi itu yang membuat say...