Langsung ke konten utama

Upacara Memperingati HUT RI Ke – 73 di Universitas Pekalongan, Berjalan Khidmat



            Pekalongan – Universitas Pekalongan mengadakan upacara untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke – 73, Jumat pagi (17/08). Upacara ini diadakan bertujuan agar meningkatkan jiwa nasionalisme dikalangan akademisi seperti dosen dan mahasiswa serta untuk menumbuhkan rasa menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur. Upacara ini diikuti oleh jajaran rektorat, dosen, karyawan dan mahasiswa. Mereka begitu antusias menyambut hari kemerdekaan, ditambah petugas upacara yang bertugas merupakan mahasiswa dari UKM Menwa dan Paduan Suara. Mereka tampak menawan dalam menjalankan tugasnya pada upacara.


            Rektor Universitas Pekalongan H.Suryani S.Hum menjadi pimpinan upacara pada hari kemerdekaan. Ia membacakan teks proklamasi dilanjut amanat dengan sempurna. Walaupun sedikit ada kendala dalam sound system yang digunakan, namun upacara yang dilakasanakan berjalan dengan lancar. “Indonesia tidak lepas dengan globalisasi, terutama adanya industri 4.0 itu harus semua mahasiswa sadar bahwa tantangan kedepan harapannya lebih baik lagi. Karena, Indonesia berhadapan dengan bangsa-bangsa lain dan mahasiswa khususnya Universitas Pekalongan juga harus siap menantang hal itu dengan meningkatkan soft skillnya, attitudenya, psikomotoriknya, dan afektifnya. Jadi, tidak hanya melulu di kuliah tetapi mengikuti kegiatan baik internal maupun ekstra kampus. Serta selalu menjunjung nama kampus kreatif unikal ini.” ujar Beny Diah Madusari, M.Pi selaku Wakil Rektor III Universitas Pekalongan.

            Tidak hanya upacara saja yang dilaksanakan untuk memperingati HUT RI namun, adanya berbagai lomba yang dilakukan pun banyak. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh dosen, karyawan dan mahasiswa. Universitas Pekalongan berharap orang-orang didalamnya agar menjadi warga negara yang memiliki jiwa nasionalisme dan sosial.
 Penulis: Agistina Sekarini K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

TBM Ngaji Literasi: Membangun Generasi Bermartabat di Tengah Gempuran Era Digital

  Dokumentasi: Putri Pekalongan - Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Ngaji Literasi' pada 6 Maret 2026. Acara yang dimulai pukul 16:30 WIB di lingkungan TBM ini bertujuan membekali generasi muda dengan ketajaman intelektual dan akhlak mulia selama bulan Ramadan.  Rangkaian acara diawali dengan ceramah mengenai puasa oleh Ustaz Ahmad Fauzi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan buka bersama.  Pembina sekaligus Pendiri TBM Hidup Punya Cerita, Barok, menegaskan bahwa tema "Ramadan dan Kebangkitan Intelektual" dipilih karena keprihatinan terhadap masifnya informasi di ruang digital yang sering kali memuat hoaks. Menurutnya, kecerdasan tanpa moralitas akan menjadi bumerang. Dokumentasi: Putri "Generasi muda saat ini dimudahkan oleh akses digital yang cepat, namun rentan terpapar hoaks. Kita ingin membentuk generasi bermartabat melalui penguatan literasi. Selain ilmu, kita harus mengutamakan akhlak mulia. ...

NASKAH ESAI: E-DECMART (Debt Collector Smart) Jasa Penagihan Online Sebagai Increase Profits Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Provinsi Kalimantan Timur

sumber foto: selular.id Penulis : Very Nurhaykal  (Peserta  Kategori Naskah Pilihan  Lomba Esai LPM Suaka UNIKAL) Periode krisis yang menerpan hampir seluruh Asia Timur pada Juli 1997, ditandai dengan kriris ekonomi di negara Thailand bersamaan dengan jatuhnya mata uang bath setelah pemerintah Thailand dengan penuh keterpaksaan membatasi bath dipengaruhi sedikitnya jumlah valuta asing yang mampu menegakkan jangkarnya ke dolar Amerikat Serikat. Kondisi krisis ekonomi ini memiliki dampak terhadap beberapa negara diantaranya Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand. Di Indonesia kondisi krisis ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Banyak usaha skala besar dari berbagai sektor termasuk diantaranya sektor industri, perdagangan dan jasa yang harus terhenti setahun setelah krisis ekonomi dimulai. Ditengan keterpurukan ini, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pemulih untuk mengembalikan kestabilitasan perekonomian. UMKM te...