Langsung ke konten utama

Kolaborasi Ormawa Unikal Salurkan Bantuan Banjir: "Hanya Satu Harapan Kami, Tanggul Dibenerin!"

 

Dokumentasi: Ormawa

Pekalongan, 23 Januari 2026 - Semangat kolaborasi ditunjukkan oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Pekalongan (Unikal) dalam merespons bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan. Meski sempat terkendala cuaca pancaroba yang tidak menentu, gabungan Ormawa seluruh fakultas di lingkungan Universitas Pekalongan sukses melaksanakan aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan.

Agenda kolaborasi ini semula dijadwalkan mulai pukul 08.30 WIB, namun terpaksa mengalami penjadwalan ulang selama beberapa jam akibat hujan lebat. Sekitar pukul 13.00 WIB, para anggota organisasi mahasiswa baru dapat memadati area Gedung A untuk menggelar konsolidasi transparansi atas dana yang telah dikumpulkan oleh masing-masing fakultas. 

Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp7.565.383. Dana tersebut dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan mendesak para pengungsi, meliputi beras, mie instan, obat-obatan, pembalut, roti, camilan balita, air minum, kopi, teh, gula, kantong plastik, hingga biaya akomodasi pendistribusian.

Dokumentasi: Barang Donasi    

Dokumentasi: Posko Pasirkratonkramat

Tim kolaborasi Ormawa Unikal mulai bergerak menuju lokasi pengungsian tepat setelah waktu Maghrib. Sekitar pukul 18.59 WIB, rombongan tiba di Posko Tanggap Bencana Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat. Di posko tersebut, mahasiswa menemui langsung warga terdampak, termasuk Ibu Atika, Bapak Ahmad Ali, dan Ibu Royana.

Kondisi di pengungsian terpantau cukup padat, di mana selain orang dewasa terdapat 30 balita dan seorang bayi berusia satu tahun. Ibu Atika mengungkapkan dirinya telah mengungsi selama satu minggu akibat air yang tak kunjung surut.

"Ya itu satu-satunya, tanggul dibenerin," ujar Bapak Ahmad Ali dengan tegas menyampaikan harapannya.

Ibu Atika menambahkan, "Tanggule kan ini jebol lagi yang di Pabean itu sih, kan udah mau surut airnya datang lagi."

Kepiluan juga tampak pada Ibu Royana. Di usia 65 tahun, sosok pekerja keras ini seharusnya bisa bersantai di rumah sambil menikmati teh hangat. Namun, banjir memaksanya berada di pengungsian dan menghambat aktivitasnya untuk bekerja demi memenuhi kegemarannya menikmati camilan di masa tua.

Dokumentasi: Posko Pabean

Perjalanan berlanjut ke wilayah Pabean. Namun, di lokasi kedua ini, tim tidak lagi menyapa pengungsi secara langsung karena medan yang dilalui sepenuhnya terendam banjir. Faktor keamanan dan akses yang sulit membuat distribusi dilakukan dengan penyesuaian di lapangan.

Terkait sisa dana sebesar Rp697.383, Ormawa Unikal berencana mendonasikannya kembali dalam bentuk sembako ke Posko Tirto, Desa Mulyorejo. Namun, untuk waktu pelaksanaan distribusi tahap kedua ini belum dipastikan karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut terkait jadwal kumpul tim. 

Aksi kolaborasi ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa Unikal dalam meringankan beban masyarakat, sekaligus menjadi desakan bagi pihak terkait agar perbaikan infrastruktur tanggul segera dituntaskan.


Reporter: Picon 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blind Date with a Book, Solusi Inovatif Meningkatkan Minat Baca

Dokumentasi: Buku Blind Date Pekalongan (07/04/26) - Program inovatif bertajuk Blind Date with a Book digelar oleh Duta Perpustakaan Universitas Pekalongan sebagai upaya meningkatkan minat baca dan jumlah peminjam buku di perpustakaan kampus, juga sekaligus memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Duta dan Wakil Duta Perpustakaan Unikal yang mengusung tema unik, yakni meminjam buku  tanpa mengetahui judulnya. Buku-buku yang tersedia dibungkus rapi dan hanya diberi petunjuk singkat seperti genre , deskripsi, serta kode tertentu.  Salah satu penyelenggara menjelaskan, "jadi kita kayak nggak tahu buku apa yang akan kita baca, biasanya di bukunya itu cuma tertera clue sedikit seperti genre atau poin penting dari bukunya" . Konsep ini terinspirasi dari ide Blind Date yang kemudian diintegrasikan dengan literasi. Dengan cara tersebut, mahasiswa diajak merasakan pengalaman baru dalam membaca. "Membaca buku itu bisa ...

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPRD Sementara

      D okumentasi: Peserta Demonstrasi   Pekalongan, 19 Juni 2026 - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Diklat Kota Pekalongan. Diketahui gedung tersebut saat ini masih diperuntukkan sebagai gedung sementara DPRD Kota Pekalongan. Aksi berjudul, "Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Menggugat" ini digelar sebagai bentuk protes dan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lapangan massa aksi mulai bergerak melakukan longmarch dari kampus Universitas Pekalongan (UNIKAL) menuju area Gedung Diklat sejak pukul 15.00 WIB. Para peserta aksi kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duma atas kondisi demokrasi saat ini. Tak lupa, massa aksi turut membawa berbagai atribut demonstrasi, mulai dari bendera organisasi hingga spanduk beris...

Cerpen Titik Dua belas Pas

Warna jingga sudah memenuhi langit Desa Padangaran. Jika diperkirakan, kurang dari lima menit lagi, azan di surau akan menghentikan permainan kedua belas bocah dengan bola di kakinya. Keringat sebesar biji jagung sudah berkali-kali mengucur dari pelipis Fajar Ramazani, sementara kakinya dengan lihai menggiring benda bundar yang terbuat dari kulit itu. "Langsung shoot Jar," teriak anak laki-laki yang memiliki kulit paling legam, mungkin karena terlalu sering bermain di lapangan. Napasnya sudah tersengal-sengal, jika dia tetap memaksakan menggiring benda bundar itu hingga ke depan gawang, pasti akan mudah dipotong lawan. Dengan akurasi yang cukup terlatih, Fajar menendang bola tersebut dan, sial! Reno si bocah tengil itu berhasil mem- block tendangannya. " Handball ... handball ...itu jelas handball ," celutuk salah satu rekan satu tim Fajar. "Iya itu handball , masa mau block pakai tangan?" Fajar menambahkan. Setelah melewati mus...