Langsung ke konten utama

Misteri Kursi Kosong Legislatif di Tengah Pelantikan Serentak Ormawa Unikal

 

Fotografer: Abrão de Carvalho

Pekalongan - Setelah sempat tertunda akibat polemik sertifikat palsu hingga musibah banjir yang melanda Kota Pekalongan, KPR Unikal akhirnya menggelar pelantikan akbar bagi seluruh pengurus Organisasi Mahasiswa (ORMAWA), Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM), hingga Himpunan Mahasiswa (HIMA) program studi periode 2026 pada Senin (19/01/2026). 

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian panjang Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Pekalongan. Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Gedung C Lantai 3 Auditorium Universitas Pekalongan, dengan dihadiri oleh jajaran Rektorat, Dekanat, serta para Fungsionaris Mahasiswa yang akan mengemban amanah selama satu tahun ke depan. 

Wakil Rektor III Unikal, Bapak M. Fajru Sidqi, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya memberikan pesan mendalam mengenai arah gerak Organisasi Mahasiswa. Beliau menyoroti penurunan kinerja mahasiswa yang tercermin dari capaian prestasi di angka 70-an. Oleh karena itu, beliau mengimbau agar mahasiswa khususnya ORMAWA untuk bergerak selaras dengan program Universitas agar Predikat Unggul dapat dipertahankan.

"ORMAWA harapan kami adalah bisa menyesuaikan dengan arah geraknya dari program-program di Universitas Pekalongan. Kami meminta kepada kemahasiswaan, mulai dari dekanat Wakil Dekan III, Kaprodi, hingga ORMAWA agar satu suara sehingga predikat Unggul Universitas bisa dipertahankan," ujarnya.

Fotografer: Abrão de Carvalho 

Presiden Mahasiswa (Presma) terpilih, M. Syakif Arshilan, bersama Wakil Presiden Mahasiswa, M. Shobri, memperkenalkan kabinet mereka yang bernama Kabinet Gelora Persatuan. Nama ini dipilih sebagai simbol harapan untuk menyatukan ego sektoral yang selama ini masih ada di masing-masing ORMAWA, baik di tingkat Universitas maupun Fakultas. 

"BEM-KM bukan menjadi instruktur, tapi kami bergerak menjadi fasilitator bagi seluruh elemen Keluarga Mahasiswa (KM). Terkait kebijakan birokrasi, jika ada aturan yang memberatkan mahasiswa, kami akan mengedepankan konsolidasi dengan pilar-pilar di Fakultas. Kami pasti berpihak pada mahasiswa," tegas Syakif saat menjawab pertanyaan mengenai posisi BEM-KM terhadap birokrasi kampus. 

Keduanya juga menyatakan keterbukaan kabinetnya terhadap kritik, termasuk dari LPM Suaka. "Kritik dari luar adalah motivasi. Internal mungkin merasa sudah berjalan bagus, tapi POV (sudut pandang) dari luar yang bisa menilai dampak nyata dari program kami," tambah mereka.

Di balik kemeriahan pelantikan seluruh ORMAWA Universitas, kursi Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) terpantau masih kosong. Ketua Bawas Raya, Rama Akbareta Ananda, mengonfirmasi bahwa hal ini terjadi akibat adanya proses pendiskualifikasian calon oleh pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) sebelumnya. 

"Karena memang tidak ada yang mencalonkan lagi. Setelah kemarin berunding dengan KPR, memang tidak ada lagi calon yang ingin maju. Jadi mau tidak mau tetap kosong. Nanti untuk urusan selanjutnya mungkin kembali ke ketua yang kemarin yaitu Iqbal," jelas Rama

Ketua KPR, Ahmad Labibus Said, menyayangkan minimnya partisipasi mahasiswa dalam bursa pencalonan legislatif kali ini. Baginya, kondisi ini menjadi refleksi atas kesehatan demokrasi di kampus.

"Saya sudah menekankan kepada pihak SEMA-U untuk segera melakukan regenerasi. Kendala internal mereka kami kurang tahu pasti, namun ke depannya sosialisasi harus lebih masif agar ORMAWA tidak kesulitan mencari calon pengurus. Sangat disayangkan jika kursi kepemimpinan sampai kosong," tutur Labib.

Fotografer: Abrão de Carvalho

Namun, terdapat kejadian menarik di penghujung acara. Ketua SEMA-U periode sebelumnya, Iqbal Maulana Aziz, sempat terlihat hadir di lokasi pelantikan. Kehadirannya sempat memicu harapan adanya kejelasan mengenai masa depan SEMA-U. Sayangnya, Iqbal terpantau berlalu pergi meninggalkan area acara sebelum pihak media sempat meminta keterangan lebih lanjut mengenai langkah transisi dan kelanjutan lembaga legislatif tersebut.


Penulis    : Picon 

Reporter  : Abrão de Carvalho

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"PENYAKITNYA SATU, DRAINASE BURUK": WARGA DAN MAHASISWA KELUHKAN BANJIR

  Dokumentasi:  Abrão de Carvalho Pekalongan - Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan selama tiga hari berturut-turut mencapai puncaknya pada Sabtu ini, tanggal 17 Januari 2026. Akibatnya, banjir merendam akses Jalan hingga masuk area Universitas Pekalongan dan perumahan disekitarnya. Kedalaman banjir pun variatif, mengingat struktur jalan yang berbeda ketinggiannya.  Kondisi banjir ini menjadi sorotan tajam karena terjadi tepat di tengah suasana Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil. Hal tersebut dinilai sangat mengganggu fokus dan ritme akademik. Andini, mahasiswi Program Studi Agroteknologi semester lima, mengungkapkan kekhawatirannya saat ditemui di lokasi.  "Sangat memprihatinkan ya, karena di sini air sudah mau naik ke atas juga. Kalau semisal hari ini ada perkuliahan, tentu akan menghambat jalannya kegiatan di Universitas Pekalongan," ujarnya. Dokumentasi: Erlanda Setyawan Senada dengan Andini, Karina Octaviana berharap adanya langkah konkret dari pihak rekto...

Kolaborasi Ormawa Unikal Salurkan Bantuan Banjir: "Hanya Satu Harapan Kami, Tanggul Dibenerin!"

  Dokumentasi: Ormawa Pekalongan, 23 Januari 2026 - Semangat kolaborasi ditunjukkan oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Pekalongan (Unikal) dalam merespons bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan. Meski sempat terkendala cuaca pancaroba yang tidak menentu, gabungan Ormawa seluruh fakultas di lingkungan Universitas Pekalongan sukses melaksanakan aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan. Agenda kolaborasi ini semula dijadwalkan mulai pukul 08.30 WIB, namun terpaksa mengalami penjadwalan ulang selama beberapa jam akibat hujan lebat. Sekitar pukul 13.00 WIB, para anggota organisasi mahasiswa baru dapat memadati area Gedung A untuk menggelar konsolidasi transparansi atas dana yang telah dikumpulkan oleh masing-masing fakultas.  Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp7.565.383. Dana tersebut dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan mendesak para pengungsi, meliputi beras, mie instan, obat-obatan, pembalut, roti, camilan balita, air minum, kopi, teh, gula, kant...